Postingan

Menampilkan postingan dengan label antropologi

Penanaman Nilai "Trust" Untuk Misi Perdamaian

Lahir di keluarga dengan latar belakang etnis berbeda menuntut saya untuk peka terhadap keadaan kondisi sosial budaya setiap individu. Ayah yang berasal dari Madura membawa “nilai harga diri yang tinggi” dari daerahnya, sementara Ibu adalah campuran Minang dan Ambon. Berhubung nenek dari ibu adalah keturunan Ambon asli dan memiliki nilai-nilai yang tidak jauh “keras” nya dengan Madura, sering menimbulkan percekcokan kecil di lingkup keluarga. Hal yang dipermasalahkan mulai dari rasa makanan, perilaku, sampai gaya berbicara.  Background Nenek sebagai sejahrawan dalam menulis bukunya tentang Peperangan Indonesia-Belanda di Maluku, banyak menyinggung persoalan lintas agama Kristen-Muslim. Kondisi lingkungan Maluku juga terkenal dengan keharmonisan toleransi Kristen-Islam dilihat dari bergotong royong membangun Masjid dan Gereja tanpa melihat asal agama. Namun mendadak muncul konflik disana dengan mengatas-namakan agama sehingga menaikkan sentimental masing-masing pihak (Muslim ...

Etnoedutrip di Desa Alam Indah

Himpunan mahasiswa dari jurusanku, Antropologi mengadakan program kerja yaitu Etnoedutrip, kepanjangan dari Etnografi Education Trip. Etnoedu kali ini bertempat di Desa Alam Endah, Kampung Citalahab, Bandung. Kami akan menginap 5 hari disana mulai dari tanggal 9-14 Juni. Perjalanan yang ditempuh menaiki bus ke Bandung kemudian disambung angkot yang dicarter menghabiskan 5-6 jam. Kami sampai disana pukul 15.00 dan langsung dibawa ke salah satu rumah seorang penduduk. Pemilik rumah tersebut adalah pasangan suami-istri yang cukup tua kelihatannya. Mereka sangat ramah, karena langsung menghidangkan gorengan ketika kami tiba. Piscok dan tahu isi yang masih panas karena sehabis digoreng serta teh panas yang membuat perut kami hangat. Kami pun langsung menyantapnya dengan lahap. Selesai makan, kebanyakan teman-teman langsung tertidur pulas, mungkin karena kenyang, lelah di perjalanan ditambah lagi angin sejuk Citalahab saat itu. Selagi mereka tertidur, saya sholat ashar. Ketika mengambil...

Eksploitasi Sumberdaya Alam Papua Melalui Proyek MIFEE (The Merauke Integrated Food and Energy State)

Papua adalah bagian dari daerah Indoesia yang terkenal dengan sumberdaya alamnya berupa pangan lokal , kayu hutan, dan tambang emas. Selama lebih dari satu dekade, penduduk asli Papua telah mengalami penderitaan dibawah militerisasi, pelanggaran HAM, eksploitasi, dan diskriminasi. Salah satu kasus yang saya angkat kali ini mengenai proyek MIFEE (The Merauke Integrated Food and Energy State) yang mencakup 1,28 juta hektar lahan di Kabupaten Merauke, Papua bagian selatan. Proyek ini diluncurkan Menteri Pertanian secara resmi pada tanggal 11 Agustus 2010. MIFEE adalah himpunan perkebunan komersial yang dimaksudkan agar menjadi bagian dari visi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk “feed Indonesia, feed the world (lumbung pangan indonesia, lumbung pangan dunia”. Komoditas utama yang diproduksi adalah kayu, kelapa sawit, jagung, kacang kedelai, dan tebu. Sejauh ini, ada setidaknya 36 investor yang telah mengantongi izin konsesi. Kebanyakan dari investor adalah perusahaan Indonesia, a...

Pluralisme Hukum dan Implikasinya pada Kelompok Marjinal Perempuan di Ambon, Maluku

Pluralisme hukum adalah rekognisi dari wilayah bangsa yang terdiri dari banyak sumber hukum dan hak-hak hukumnya. Sumbernya seperti inter alias, religious law, adat, perjanjian internasional (C.K Wong, 2001). Adanya dua paham (hukum negara dan hukum adat) yang diterapkan bersamaan seringkali menimbulkan permasalahan. Ini terjadi pada kasus kelompok perempuan di Ambon, Maluku di buku ‘Mereka yang Tak Terlihat:Kemiskinan dan Pemberdayaan di Indonesia’  Kasus pertama dialami Santi, seorang ibu rumah tangga pada tahun 2003 mengalami kekerasan dari suaminya.  “Suatu malam suami saya pulang ke rumah. Waktu itu dia sedang mabuk. Dia mulai merusak barang-barang. Dia memukul dan memaki saya. Waktu saya balas memaki, dia ambil lampu minyak tanah dan minyaknya ditumpahkan ke badan saya. Lalu dia membakar saya pakai korek api. Dia ambil ember plastik waktu api di badan saya masih menyala. Dia taruh itu menutupi kepala saya dan dia tahan embernya. Plastiknya meleleh di wajah saya. D...

feeling messed uppppp

hem masih inget kan curcolan dosen fenomenal kmaren? and guess what??? he got me! gw dimarain abis2an di kelompok itu. i'm the mascot in the week \^^/ berawal gara2 gw gabisa jawab pengertian terasering gw salah ngartiin. dan berentet sampe abis kelompok, he was yelling to me!!!! such as 'kamu ini TK ga gis?' or 'kamu ini pikirannya rumit sekali ya, tidak bisa membaca' and 'kamu ini jangan mental blocking ya gis!' ckck yah untung gw mahasiswa yang tegar. jadi gw santai aja jawab rentetan pertanyaan dia yang gada abis2nya nyecer# kuliah diakhiri cuma dg 1 pertanyaan yang dijawab salah sama gw. he was in badmood- my friends told me then, kuliah finished dg situasi yang ga enak- dia uda bosen dger jawaban gw hahhaha yabegitulah dialektika perkuliahan penuh likaliku kehidupan yang naek-turun

Dosen Fenomenal yang Menggemparkan Kelas!!!

Temen-temen blogger, I wanna curcol nih hiks mengenai kehebringan gw selama sem.3 ini yang sangat mampu membuat gw gila-stres-galau-begadangtiapmalem-tugasnumpuk, ya bgitulah kerjaan gw. Sampe2 belom smpet pulang kerumah. Fiuuuh~ Ada seorang dosen fenomenal, yang wellllll dia fisiknya cuma 1, tapi berhasil membuat kelas berisi 45 anak antrop tunduk dan layaknya kukuh untuk menciumi jempol-jempol kakinya (maaf perumpamaan yang lebay). Yah lebih miripnya kaya kerbau yang dicucuk paksakan air ke hidungnya (kata dilah dan dammar). Kita dipaksa ngikut jalan pikiran dia yanggg waw kita aja masi cetek ilmunya dibanding dia. Contohnya kaya buku karangan dia. Kita diperintah untuk membedah buku buatannya dan mempresentasikan dikelas. Ya gitu intinya, bukunya sangat TEORITIS, RUMITuntuk kita yang pemula. Tapi itu masalahnya, dia menyamakan pikiran kita dengannya. Dia nganggep kita mampu untuk menelaah smua bahasa yang terkuak didlamnya. Hiks dosennnn yang bejibul nyebelinnnn-jahat-kej...

semua perlahan terjawab dengan sendirinya

terdiam termenung sekilas terbersit memory itu otak ini terus mencari tanpa diminta memutar waktu teringat kembali tiba-tiba tersenyum menggelitik diriku sungguh aneh ya dan Antik! karena hanya diriNYA lah yang bisa membuat diriku seperti ini. seperti PUZZLE yang perlahan terjawab dengan sendirinya itu jawaban dari NYA dan kini saya baru menyadarinya sekarang.. hai readers, ingatkah kalian dahulu saya seringkali menggerutu mengeluhkan banyak kekesalan tentang jurusan yang saya masuki dan kebingungan saya terhadap jalan MU Tuhan YA! jalanMU yang tidak pernah lurus sesuai dengan mimpiku, tetapi selalu berkelok-kelok dan menyimpang 180 derajat pastinya! Dan hai kalian yang sekarang tengah membaca tulisan ini, tahukah kalian? bahwasanya saya sudah menjadi lelucon bagiNYA. bukan ulah NYA tapi ulahku sendirilah yang membuat rumit segalanya. padahal itulah jalan yang ditakdirkan untukku. sungguh bodoh dan tertawa diriku saat mengingat kefrustasianku yang sangat jarang di...

salah paham ataukah ??? antropologi #

Pada hari Rabu lalu, kami mahasiswa baru Antropologi diwajibkan mengikuti seminar antrop dan wajib membuat review nya di bukang sebagai bukti present kami. pembicara saat itu merupakan dosen muda ternama XXX. tema yang dibawanya adalah multikulturalisme. dosen saya seringkali menjelaskan artian budaya yang disalah kaprahkan orang-orang. 1. budaya dianggap identik dengan produknya 2. budaya diangap sebagai hal berhubungan dengan kesenian 3. budaya terkait dengan keindahan saja 4. budaya diangap sebagai prestasi gemilang suatu peradaban 5. budaya dianggap memiliki batas-batas definitif yang jelas(etnis) sebenarnya definisi yang benar dari sebuah kata 'budaya' adalah: 1. sebagai pedoman: budaya bersifat normatif 2. sebagai konsensus: budaya dipahami kolektif 3. sebagai pengalaman: budaya dibentuk lewat kejadian-kejadian nyata 4. sebagai relasi sosial: budaya digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak lain. waw pembukaan yan menarik, pikirku. sangat detail. Pembica...